Search This Blog

Tuesday, December 13, 2016

Nothing Special [Eng]


There's nothing special in this picture. I took this picture on Sunday (18/9) after sunday service in one of the biggest shopping mall in Tainan.

This picture only show my friends walk and there are some local people which is Taiwanese. In Yellow circle I spot a father teach his son to bike a bicycle and in the red one, his brother made a way for his little brother so he got a free way in his bike lesson.

A Good Father...

But suddenly, I remembered, every one of us like this little boy when we were a young boy. When we learn how to bike, we always fall down.

Then my mind attentive to some verse come from an old scripture written by king David said "As a father has compassion on his children, so the LORD has compassion on those who fear him;"

I never feel like a home when I saw this picture. My mind updated again regarding Father's Love. There is an eternal Father for all of us, Father for fatherless or the orphan; Father for man and woman.

As my father, even I am a big boy now and almost become a man, but my father always take care of me, always provide what I need, not only what I need but also what I dont need he also provide me. He keep me from something bad even I can take care of my self. My father always ask me about my condition; so do our Eternal Father.

When I took this picture, this boy has already fallen and they tried to bike again. And what I witness is this father help his son to stand and try again to bike.



Tuesday, September 13, 2016

H.O.P.E

"Tetapi seperti ada tertulis :"Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia: Semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia" 1 Korintus 2:9


Tidak pernah terlintas dalam benak ketika 3 tahun yang lalu bisa keluar negri tanpa bantuan orang tua. Seperti banyak traveler yang mengungkapkan bahwa travelling is addicted. Setelah mendapatkan visa Jepang, USA, dan akhirnya saya pun mendapatkan visa ketiga saya, yaitu TAIWAN.
Sebuah (mungkin) negara yang tidak terlalu besar tapi bisa dikatakan negara maju dalam banyak bidang. Walaupun negara Taiwan belum diakui oleh beberapa negara lainnya bahkan PBB, tapi Taiwan memiliki daya tarik tersendiri untuk beberapa traveler khususnya yang dari Indonesia.

Mungkin ada beberapa segelintir orang yang menanyakan, mengapa saya memilih taiwan dibandingkan negara lain. Well, since Taiwan offer scholarship without any terms and conditions (tidak seperti beasiswa yang dari pemerintah itu), pendidikan di Asia juga tidak kalah majunya dengan pendidikan di Eropa dan Amerika. Bahkan, dari diskusi dengan beberapa senior, pendidikan di salah satu benua di dunia ini telah "dicemari" oleh paham humanisme yang membuat ilmu pengetahuan tidak pada faedahnya lagi.

Tidak hanya itu, pemilihan Taiwan juga didasarkan oleh bahasa nya sendiri. Bahasa mandarin telah diakui sebagai bahasa resmi dari Perserikatan Bangsa-Bangsa dan akan menjadi bahasa universal yang bisa saja menggantikan bahasa inggris sebagai bahasa pemersatu. 

Dari beberapa sedikit alasan itulah saya memilih Taiwan sebagai negara tujuan untuk melanjutkan S2 saya. 


Lost Hope

Pada bulan januari 2016, beberapa universitas di Taiwan telah membuka pendaftaranya untuk international student, dan ada 2 universitas yang mendapatkan perhatian saya. NTUST (National Taiwan University of Science and Technology) dan NCKU (National Cheng Kung University). Untuk NTUST saya memilih Industrial Management dan untuk NCKU saya memilih IMBA (International MBA dan Industrial Management) Kedua universitas ini mendapatkan banyak perhatian saya karena banyak senior saya yang melanjutkan S2 di kedua tempat ini dan kedua universitas ini juga sering "kejar-kejaran" dalam hal ranking (setelah NTU, karena NTU yang terbaik di Taiwan)
Karena masih mengurusi urusan yudisium di awal tahun ini, maka waktu untuk melakukan pendaftaran di kedua universitas ini mengalami hambatan sehingga saya baru bisa melakukan pendaftaran di bulan maret, mendekati deadline dari admission kedua universitas ini. Tidak hanya itu, kesibukan dari wisuda 113 ITS juga membuat perhatian saya terbagi menjadi dua.

Beberapa kendala pun harus saya hadapi. Untuk NTUST sendiri, mereka menginginkan beberapa dokumen harus dikirimkan dalam bentuk hardcopy dan deadline dari admissionya sendiri sudah h-4 hari. saya pun berusaha mencari tahu tentang jasa pengiriman ke Taiwan dan ternyata pengiriman ke Taiwan membutuhkan waktu 3-4 hari kerja. Padahal waktu itu hari Jumat dan deadline nya adalah hari selasa. otomatis tidak ada waktu untuk mengirimkan berkas tersebut. Sehingga, untuk NTUST sudah tidak ada harapan lagi.

Akhirnya my last hope is in NCKU. Karena deadline juga yang telah mendekati ajal, ada beberapa dokumen yang tidak saya persiapkan dengan baik dan terkesan asal-asalan tapi untungnya NCKU hanya meminta semua dokumen dikirim via ONLINE. Seperti nilai TOEFL yang saya yang telah kedaluarsa dan recommendation letter dari dosen yang terkesan "asal jadi", biografi dan study plan yang seadanya dan sebagainya. Sebelumnya, NCKU meminta untuk melakukan pembayaran uang pendaftaran yang cukup mahal jika dirupiahkan sehingga mau atau tidak mau saya harus melaksanakan prosesi admission ini supaya uang pendaftaran saya tidak sia-sia. Akhirnya setelah meng-upload semua dokumen tepat h-1 sebelum deadline, saya pun merasa tenang tetapi banyak intimidasi yang membuat saya pesimis dalam hal menanti pengumuman NCKU ini. 

TOEFL merupakan salah satu dokumen yang sangat esensial karena tanpa TOEFL orang-orang akan tahu seberapa bisa kita dalam berbahasa. Dan dokumen TOEFL yang saya kirim telah kedaluarsa sehingga membuat saya hilang harapan diterima di NCKU.

Karena saya tau, saya sudah pasti tidak diterima oleh NCKU, akhirnya saya pun mempersiapkan diri untuk mengambil IELTS dan mencari universitas lain yang memberikan beasiswa lokal dari pemerintah negara tujuan atau beasiswa dari universitas.


Nothing is Impossible in God

Selama mempersiapkan IELTS test, saya pun juga berdoa. Iya, tidak ada hal lain yang bisa mengobati rasa kehilangan pengharapan selain berdoa. 
Doa yang saya panjatkan pun bisa dibilang salah, karena saya berdoa untuk keinginan ku sendiri.

Dan saya pun belajar bahwa hubungan kedekatan kita dengan sang Pencipta tidak ditentukan oleh hal-hal yang duniawi. Saya belajar bahwa apa yang menjadi keinginan kita belum tentu menjadi keinginan Tuhan. Akhirnya setelah beberapa minggu berdoa agar apa yang saya inginkan terpenuhi, saya pun berdoa agar apapun kehendakNya yang terjadi dan apapun kehendakNya baik itu sesuai dengan keinginanku ataupun tidak, saya akan tetap mencintaiNya.

Seperti yang Mario Teguh katakan, doa membuat kita lebih tenang dan lebih ikhlas dalam menghadapi sesuatu. Dan itu juga terjadi terhadap saya. Saya pun lebih tenang dan lebih ikhlas jika saya lulus atau tidak lulus. Because all I need is not those Universities, but all I need is a favor from God.

Karena Doa yang membuat saya tenang dan ikhlas, dan karena DOA yang membuat saya lebih mengerti kehendak Pencipta, akhirnya dengan DOA pun saya menghadapi hari H pengumuman NCKU. 
Karena pengumumanya secara online di website, saya pun leluasa melihat nama-nama orang lain yang dinyatakan lulus.


Ada 27 halaman yang menyatakan kelulusan calon mahasiswa s2 dari seluruh dunia.
Dan ketika saya melihat nomor 300, saya pun tidak mempercayainya karena nomor 300 adalah nama saya dengan admission status : ACCEPTED.

Tidak ada yang bisa menggagalkan kehendak Tuhan. Saya pun bersyukur untuk perasaan Lost Hope yang saya alami sebelumnya yang akhirnya membuat saya mengerti tentang DOA dan Kehendak Tuhan. Ternyata Tuhan memiliki rancangan yang indah bagi setiap umatnya.


"Sebab aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku menegnai kamu, demikianlah FIRMAN TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan"




Saturday, October 17, 2015

Surga atau Neraka

waktu menunjukan pukul 23:14 ketika tulisan ini saya tulis pada hari sabtu tanggal 17 oktober 2015. Tepat pada waktu saya memikirkan sesuatu yang selama ini telah saya pikirkan. Apakah tujuan dari kehidupan ini?
ada beberapa orang yang mengatakan dan mendeklarasikan bahwa kehidupan ini untuk membahagiakan dirinya dan orang disekitarnya. bahkan ada juga beberapa orang yang menganut paham "YOLO" sehingga semua hal harus dia coba sebelum menghembuskan nafas terakhir.
beberapa peneliti menyatakan bahwa umur seseorang rata-rata hanya sampai 70 tahun. setelah itu, jika dia masih hidup berarti dia memiliki sistem imun dan ketahanan tubuh yang cukup kuat, tapi jika dia sudah tidak ada berarti memang waktunya untuk menyelesaikan aktifitasnya di bumi ini.
Sebuah pertanyaan selalu terngiang dalam benak saya, kemanakah kita sehabis kita meninggal dunia? Jika memang surga dan neraka itu benar-benar ada, kemanakah kita akan pergi? jika memang benar ada berarti kita akan mengalami kehidupan yang kedua (keabadian), lantas untuk apakah kehidupan yang pertama ini?

Kehidupan pertama memang adalah kehidupan yang real, yang sangat terlihat dalam jangka waktu yang panjang. Apa yang terjadi di hari esok merupakan hasil perbuatan kita di hari ini. ada beberapa yang mengejar kesuksesan, kekayaan, kedudukan, bahkan gelar pun diraih sebanyak dan setinggi mungkin. Tapi, apakah semuanya itu akan memberikan dampak kepada keabadian kita?

dalam kepercayaan yang saya percaya, kehidupan pertama manusia ini merupakan persiapan kita sebagai manusia untuk memasuki keabadian. Kehidupan pertama kita ini merupakan Masa Orientasi Jiwa kita untuk bersiap-siap masuk ke dalam keabadian. Apakah jiwa dan roh kita siap untuk memasuki tahap keabadian? apakah jiwa dan roh kita siap untuk menghadapi kebudayaan yang baru yang sangat berbeda dengan kebudayaan kemanusiaan kita sekarang?
Ketika melakukan sesuatu, saya sering mengingatkan diri saya bahwa apapun yang saya lakukan, baik itu belajar, membaca, makan, mandi, bahkan hang out pun, harus dilandaskan pada tujuan akhir kita nanti, kekekalan.

"Lakukan yang terbaik dari kehidupanmu dan buat itu berharga" merupakan kata-kata yang langsung terlintas dalam pikiran saya ketika menulis tulisan ini.

saya bukan seorang ahli agama atau bahkan membanggakan agama saya. saya tidak memiliki pengetahuan yang luas mengenai kitab yang saya percaya sebagai tuntunan saya untuk mempersiapkan diri saya masuk ke keabadian. saya sangatlah bodoh jika disuruh untuk berdebat tentang agama atau bahkan sejarah. dan sebenarnya saya tidak peduli.

salah satu sifat manusia yang diturunkan oleh sang pencipta adalah sifat kebebasan. manusia diberikan kebebasan untuk mempercayai apa yang dia mau percayai. Manusia memiliki kebebasan untuk memilih tuhan yang sesuai jalan pikirannya.
Bahkan manusia diberikan kebabasan mengenai keabadian yang akan dijalaninya kelak

ada 2 jenis keabadian, apakah kita akan abadi di dalam kesukaan kekal atau yang biasa orang-orang sebut dengan surga atau abadi dengan penderitaan (neraka) *hanya bagi orang yang mempercayai tentang konsep surga dan neraka, dan saya mempercayainya

kebebasan untuk memilih surga atau neraka dapat diaplikasikan dalam kehidupan pertama. Tuhan itu maha segalanya, bahkan manusia pun diberikan kebebasan untuk memilih keabadianya kelak.

"Life is a choice" salah satu perkataan dari public figure yang pernah saya temui.

Apakah 70 tahun merupakan waktu yang cukup untuk memilih keabadian kita? jawaban dari pertanyaan tersebut datang dari jiwa kita yang terdalam. bahkan kita tidak tahu apakah kita akan hidup tepat 70, lebih atau bahkan kurang dari angka tersebut.

dan jika saya menarik garis merah antara konsep "hari esok merupakan hasil dari hari ini" dan konsep "life is a choice", maka kita memiliki pilihan untuk menentukan hari esok kita, yang dimana kita tidak tau apakah besok kita masih ada di dunia ini, atau bahkan di surga atau neraka. Pilihan itu ada di dalam tanganmu kawan. Pilihlah hari esok mu dengan melakukan berdasarkan pilihanmu tersebut pada hari ini. hingga sang Maha Pemilik itu mengatakan "cukup waktumu di dunia" maka hasil dari apa yang kau lakukan hari ini akan menentukan "hari esokmu"


pilihlah pilihanmu, hidupi pilihanmu tersebut hari ini, dan menunggu waktu Tuhan.

God bless you, kawanku!


Tuesday, August 4, 2015

Freedom from colonization?

few more weeks and Indonesia will celebrate one of the biggest day in Indonesia's history : The Independence Day. The day when our Founding Father declared our freedom for colonization for 3 centuries. The story was told from generation to generation when Mr. Soekarno and Mr. Hatta and other important people arrange Indonesia's national principle. and the history told us, the night before 17th August, 1945 , Mr. Soekarno and Mr. Hatta were kidnapped and one night they have to think and write the most famous independence speech which is spoken every year in independence ceremony = "Proklamasi" or "Proclamation"

i quoted one of proclamation's section "we declare our independence"

many Indonesian especially who called them as "the intellect one" still confuse about this word and what actually happen in Indonesia now. The elder said that we have already won from colonization, but unfortunately we still facing another colonization. some of them believe we still facing "in-tolerance colonization", economic colonization, even "western colonization" through culture or private company which open their company in Indonesia and try to take all Indonesia's natural resources.

when i was in high school, i joined Paskibra (Pasukan Pengibar Bendera) or flag raisers. i joined paskibra because i do not know what kind of extracurricular that i have to join. 

i still remembered when i was in 1st grade of high school, i have to practice everyday under scorching sun since we have to   take part in 17th August Flag Ceremony. the Biggest ceremony in our school. 

the practice also in semi-military condition and made me think at the moment = is this the real independence for me?
as mankind, naturally, we wants to be free. free from everything that we want to be free. i thought Indonesia fought the colonial because they want to be free. 

maybe "Indonesia" had already free from their colonization, it is the time for Indonesia to give independence to their citizen.
freedom in believing in religion, freedom from poverty, corruption, even freedom is speech.

for you Indonesian, and if you have social media such facebook, you will see the fact that Indonesia, nowdays, give freedom to their citizen to speech or express their opinions, etc. including to criticize our president, Mr. Joko Widodo.

when people know their right regarding their freedom of speech, they try to elaborate the meaning of speech by sending some propaganda in the middle of people who "lazy-to-read". those who spread the propaganda knows our weakness as Indonesian. we are faint to read and prefer to read news in Facebook (in someone's status or news in Facebook) rather read in news itself. 

we as Indonesian are easily provoked by propaganda that spread in Social Media. Yes, Indonesia is one of the biggest number of Facebook user. from The Wall Street on 2014, Indonesia reached 69 million of Facebook member and it make the "news" easily to spread in our society. 
we (including me) prefer to read the news from the facebook (from someone status or link) then we have to read it in newspaper conventional.

 it is your freedom actually wherever you want to read the news, whatever you want to believe it or not, and the most important thing for me is : it is your freedom if you want to be the smart reader or the (sorry) foolish one.

friend of mine once said to me regarding in-tolerance problem that happened in Indonesia : "if you do not know the problem you better shut-up rather than you speak, and you dont know the problem it means you spread propaganda to others"

once again i said, it is your freedom to be a smart reader or a empty-headed.


best,
Yabs

Tuesday, June 16, 2015

Engineer tanpa politik hanyalah kuli - bagian 1

Beberapa bulan lalu ketika beberapa keredaksian dari Dimensi mengikuti kuliah tamu dari SOSMAS HMM mengenai pergerakan mahasiswa, ada satu statement yang akhirnya kami buat yang bisa membangkitkan kembali pergerakan mahasiswa dan membuat mahasiswa khususnya teknik Mesin dapat kembali lagi ke habitat awalnya, untuk bisa menjadi tumpuan negri ini. bahwa Engineer tanpa ilmu politik hanyalah seorang kuli yang bisa di suruh membuat atau merancang sebuah mesin, bukan mengambil keputusan yang bijaksana, bukan sebagai Agent of Change yang akan mengubah sebuah struktur (pemerintahan mungkin) dengan sebuah pengambilan keputusan.






Menurut salah satu staff departemen komunikasi dan informasi (kominfo) dari BEM FTI ITS periode 2012-2013 mengungkapkan bahwa politik dan engineer itu sangat dekat hakikatnya, tetapi sayangnya mahasiswa ITS masih kebanyakan menganggap POLITIK itu adalah sesuatu yang sangat kotor. "Saya Pernah bertanya kepada salah satu anak ITS yang mungkin sangat anti yang namanya politik, dia berkata kalau kita sebagai mahasiswa ITS itu kuliah engineering yah harusnya tentang engineering saja. nanti urusan politik serahkan saja sama yang ahli. Dia (anak ITS yang katanya anti Politik -red) berkata bahwa akan mencoba berkontribusi lewat BUMN dsb.


Menurut opini staff kominfo yang tidak mau disebutkan namanya ini, percuma saja jika kita tidak mengerti politik dan mau berkontribusi misalnya di BUMN. Jika mindset pikiran kita hanya bekerja saja dan tidak mau memimpin atau kasarnya hanya jadi kuli, mungkin politik tidak menjadi sesuatu yang penting. Tetapi jika mainset kita sebagai seorang Agent Of Change atau sebagai "History Maker" yah mengertilah sedikit tentang politik.

Dia juga menambahkan bahwa jika engineer tidak mengerti politik akan berdampak buruk kepada engineer itu sendiri. "Misalnya seorang engineer dalam mengambil keputusan harus berbasis hukum juga, misalnya K3 itu ada standar dari pemerintah, power plant juga. Kalau misalnya engineer tidak tau aturan dan perkembangan negara, maka keputusan yang dia buat gak akan sejalan sama aturan negara."

Dia juga berpesan agar mahasiswa melek politik, banyak membaca tentang apa yang sedang terjadi di negara kita, "jangan kalo membaca koran, bagian olahraganya dulu yang di baca" serunya.
dia juga berpesan, ITS yang sekarang sudah mulai terangkat namanya, para mahasiswanya harus peka terhadap perkembangan politik dan peka juga terhadap nasib rakyat.




Berbeda dengan Esteban M52 (nama samaran), yang mengatakan bahwa politik itu tidak penting. "Hmm, mungkin bukan bidang kita sebagai engineer untuk bicara politik dan aku gak ngerti yang namanya politik dan mindset aku tentang politik sudah negatif, jadinya tambah males." tandasnya.

tetapi, di balik ketidaksukaannya akan politik, esteban M52 mengakui bahwa politik memiliki dampak yang cukup besar dalam kehidupan engineer kedepannya. Dia berkata, "Tapi, politik udah masuk ke dunia engineer. contohnya di perusahaan-perusahaan. kalau anak teknik gak ngerti politik bisa-bisa dibodohin"

Hampir sama dengan esteban M52, MF M56 mengungkapkan bahwa politik kadang membingungkan sehingga membuat beberapa mahasiswa ITS tidak mau menyentuhnya. "Saya pribadi awalnya suka tentang politik namun ketika saya lihat politik di Indonesia, kenapa ketika ada sebuah gagasan yang bisa memajukan Indonesia politik malah menghambat? " kata MF



Sebenarnya yang menjadi masalah adalah mindset mahasiswa ITS yang mengatakan bahwa Politik sudah sangat buruk dan jelek. Pertanyaan yang dapat ditanyakan adalah kenapa bisa mindset mereka menjadi jelek? 
Anis Baswedan (Rektor Universitas Paramadinaa) pernah berkata dalam wawancara bersama Najwa Shihab bahwa kenapa negara ini memiliki politikus yang buruk? karena semua orang baik lebih bersikap diam daripada bergerak, sehingga yang jahat dapat berkuasa.

Mungkin itu bisa menjadi jawaban kenapa mindset beberapa mahasiswa ITS sudah menjadi jelek mengenai politik. karena sebagian mereka lebih memilih diam dan menonton negara ini di porak-porandakan oleh beberapa orang yang hanya mengejar keinginan pribadi. 
Karena sudah terlanjur porak-poranda mungkin menjadi alasan juga kenapa beberapa mahasiswa ITS sudah malas dan tidak mau lagi berkecimpung dalam dunia politik.
Tidak ada salahnya jika mahasiswa belajar sedikit tentang politik, membaca dan megetahui prosedur dan undang-undang negara tentang Energi dan Minyak (yang sesuai dengan latar belakang kita sebagai Engineer), dan juga belajar bagaimana cara untuk mengambil sebuah keputusan (jika kita menjadi pemimpin perusahaan) yang berasaskan pancasila dan undang-undang.
Percuma toh nanti kalo misalnya kita mau membuka sebuah lapangan kerja atau berwirausaha tapi tidak menbgetahui aturan dan perundang-undangan tentang wirausaha, salah satunya ada pada Peraturan Pemerintah Nomr 60 tahun 2013 dan juga Nomor 27 tahun 2013 tentang pengembangan inkubator wirausaha.

Banyak negarawan kita yang berlatar belakang engineer dan berhasil menjadi pemimpin karena dimulai dari pikiran mereka yang kritis terhadap lingkungan mereka. Contohnya, mantan Presiden pertama Indonesia, Ir. Soekarno.


 beliau masih bekerja sebagai arsitek dan juga sebagai pemikir bagaimana cara membuat Indonesia dapat merdeka. bahkan Belanda sempat menahan Soekarno karena pikirannya yang cukup kritis sehingga dapat menghasut masyarakat untuk melakukan perlawanan. bahkan ketika beliau di tahan di penjara elit Belanda, Soekarno menemukan cara untuk dapat berkomunikasi denga istrinya yaitu dengan menggunakan telur dimana cara yang digunakan sedikit berbeda yaitu dengan menusuk jarum ke telur. Jika satu tusukan pada telur berarti kabar baik, jika tusukan sebanyak dua kali pada telur artinya seorang teman Soekarno tertangkap namun jika terdapat tiga tusukan berarti aktivis kemerdekaan yang ditangkap cukup besar.


Contoh lain adalah tahanan KPK, yang dulunya adalah kepala satuan khusus SKK MIGAS, Rudi Rubiadini yang merupakan salah satu akademisi yang cukup pintar di bidang perminyakan. Karena beliau mau belajar politik, beliau bisa menjadi ketua SKK Migas, tetapi menyelewengkan kekuasaannya  yang akhirnya menjebloskan dia kedalam penjara. 



Selama tujuan kita baik untuk mempelajari politik, niscaya negara ini akan menjadi lebih baik dari masa sekarang. Karena pada zaman dulu, orang-orang yang bergerak di bidang politik adalah orang-orang yang memiliki tujuan mulia terhadap negaranya. Mahfud MD pun berkata "Dulu tokoh-tokoh kita berpolitik itu bersih, tidak ada yang pakai uang seperti sekarang, sehingga membuat politik menjadi kotor. Tetapi, jangan lupa bahwa politik itu merupakan fitrah manusia," kata tokoh asal Pamekasan, Madura, itu. 



Mulailah dari membaca, dan selalu menanyakan "Mengapa" terhadap apa yang kau baca untuk melatih pikiran kritismu (ybs/dimensi)

Saturday, June 13, 2015

Karena kehidupan punya tujuan !


Mungkin kita pernah berpikir seperti "Kok gue nggak seperti si A yang pandai dalam mata kuliah ini yah" atau "Kok gue nggak jago organisasi seperti si B ya".

Kekurangan itu Timbul Jika Kita Membandingkan
"Bagaimana saya merasa bahwa saya sipit kalau saya tidak melihat teman saya yang matanya belo? Bagaimana saya merasa pendek kalau saya tidak melihat teman saya yang tinggi?"

Tanpa kita sadari. Kita seringkali membandingkan diri sendiri dengan orang lain. Kita lupa bahwa Tuhan menciptakan manusia dengan bentuk dan karakter yang berbeda untuk tujuan yang berbeda-beda pula.

Si A diciptakan Tuhan menjadi orang yang teliti dan pandai berhitung bisa jadi karena si A akan memiliki pekerjaan sebagai konsultan dan ahli keuangan yang bisa meningkatkan ekonomi masyarakat. Si B diciptakan Tuhan menjadi orang yang pandai menggambar bisa jadi karena gambar-gambar yang dibuat si B dapat menginspirasi orang banyak.

Jika kita membandingkan diri kita dengan orang lain dan menganggap itu tidak adil, maka sesungguhnya kitalah yang belum mengerti dengan maksud apa Tuhan menciptakan kita.

Setiap Orang Pintar dalam Bidangnya Masing-masing

Pada kebanyakan organisasi dan perusahaan, ada orang yang kinerjanya kurang memuaskan. Salah satu penyebab dari kurangnya kinerja tersebut bisa jadi karena penempatan yang salah. Pekerjaan yang dilakukan oleh orang tersebut bukan pekerjaan yang sesuai dengan passion dan potensinya. Walaupun orang tersebut bisa melakukannya, suatu saat akan muncul titik jenuh yang membuat kinerjanya menurun.
"Orang bodoh adalah orang yang TAHU, tapi TIDAK MAU berubah,".

Pertanyaannya, sudahkan kalian mengerti apa sesungguhnya passion dan potensi kalian? Jika belum, carilah terus dengan cara mengeksplor diri lebih banyak. Jika sudah tahu, pastikan kalian melangkah dengan benar. Berubahlah jika kalian tahu bahwa kalian ada di jalan atau penempatan yang salah.

Mengertilah apa yang menjadi maksud dan tujuan engkau di lahirkan di dunia ini. Tuhan itu sempurna, pasti tidak pernah melakukan kesalahan, termasuk menciptakaan seseorang bukanlah sebuah kesalahan dan bukan sebuah kebetulan, walaupun mungkin (maaf) orang tersebut lahir secara "kecelakaan" tapi kehidupan seseorang sangat berharga untuk di sia-siakan


Setiap orang itu spesial dan percayalah akan keunikan diri kita sendiri dan bersyukurlah akan hal itu. karena Tuhan menciptakan kita dengan tujuan yang mulia .BE BLESSED! (ybs)

Friday, June 12, 2015

BIG DREAM AND CHALLENGE THE IMPOSSIBILITY !


"Sweet dreams, till sunbeams find you

Gotta keep dreaming leave all worries behind you

But in your dreams whatever they be

You gotta make me a promise, promise to me
You'll dream, dream a little of me"

Sepenggal lagu yang dinyanyikan oleh Billie Holiday dan Sarah Vaughan mengingatkanku akan sebuah mimpi yang super duper besar.

Memori ini masih sangat mengingat ketika kami, hanya segelintir mahasiswa Teknik yang mau keluar dari zona nyaman kami. Berani bermimpi untuk memimpikan sesuatu yang besar. sama seperti petikan lagu di atas "you'll dream, dream a little of me" kamu akan bermimpi, bermimpi sedikit tentang "saya" izinkan saya mengubah arti kata "saya" tersebut menjadi mimpi yang besar. Sebuah mimpi yang besar cukup untuk dimimpikan sedikit saja. iya... mimpikan sesuatu yang besar hanya sedikit. Karena cukup dengan sedikit mimpi besar dan juga iman yang sedikit, mimpi itu akan menjadi kenyataan.

Saya percaya bahwa Tuhan itu tidak pelit dalam memberikan berkatNya kepada umatNya. Tuhan memiliki kekayaan yang tidak akan pernah dapat dihitung oleh pikiran manusia untuk diberikan kepada anak-anakNya yang taat kepadaNya. Sebuah mimpi besar pun dapat Dia lakukan dalam kehidupan kita asalkan kita percaya saja kepada Dia.

Ketika kami berencana untuk pergi ke Amerika Serikat, saya sempat tidak percaya. Segelintir mahasiswa yang masih bergantung makananya kepada orang tua mau ke Negara paling maju di dunia ini untuk mengikuti sebuah perlombaan paling bergengsi di seluruh dunia, yaitu HNMUN (Harvard National Model United Nations).

Sangat normal ketika saya berpikir bahwa mimpi ini hanya angan-angan belaka dan tidak akan pernah terealisasikan. apalagi kedua orang tua saya yang notabene adalah orangtua yang berpenghasilan saja tidak pernah menginjakan kakinya di Negara Paman Sam itu, apalagi anaknya yang masih belum berpenghasilan.

IYA BENAR!!

Penghambat kami untuk berangkat adalah DANA!!!

DANA yang membuat kami bertengkar satu dengan yang lainnya, tapi DANA juga yang membuat kami sangat dekat satu dengan yang lainnya.

Saya sampai sekarang tidak mengerti dengan 'skenario' sang Pencipta yang mempertemukan saya dengan 9 orang hebat yang menjadi Tim ITS untuk HNMUN 2015. Mungkin Tuhan mau mendewasakan saya melalui orang-orang ini atau Tuhan mau menguji iman percaya saya kepada Dia, bahwa segala sesuatu tidak ada yang mustahil bagi Dia?

kiri-kanan : Darosa Elfrida, Marvin Suganda, Achmad Rizal, Aidhil Mar'ie, Ekky Hardiyanto, Ilmi Mayumi, Aditya Brahmana, Azmil Muftaqor, Yakob Christopher, Yabes David

Menjadi officials sekaligus salah satu penggagas UKM baru ini, saya sempat hampir menyerah untuk melanjutkan mimpi yang besar ini: Ke Amerika Serikat. Ketika engkau gagal meyakinkan dirimu sendiri, jangan pernah bisa meyakinkan orang lain untuk berangkat.
ketika itu bulan November 2014 dan status sponsorship masih nol dan dana yang kami butuhkan tidak lah sedikit. mungkin setara dengan sebuah event besar yang ada di Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya. 

Ketika bulan itu tersebut saya ingat ketika sebuah malam yang sangat tenang saya berdoa dan mengeluarkan unek-unek saya kepada Sang Khalik. saya pun sempat 'bertanya' apakah Tuhan akan menolong saya dan akan memberangkatkan saya dan juga teman-teman saya? tidak ada jawaban, bahkan tanda untuk mendapatkan sponsorship pun tidak ada. Tapi, yang saya ingat sampai sekarang adalah Tuhan hanya memberikan saya ketenangan di dalam hati saya untuk tetap memperjuangkan mimpi besar ini. Tidak ada jawaban Yes, No, or Maybe. Tuhan hanya seolah-olah menjawab "Do what you have to do"

Jawaban simple dari Tuhan itu yang mungkin membuat saya bertahan hingga detik-detik terakhir. Setiap hari motivasi saya hanya "bertahanlah sampai hari ini saja" kemudian esok harinya saya pun memotivasi diri saya "bertahanlah sampai hari ini saja". yang di dalam pikiran saya adalah lakukan apa yang bisa di lakukan hari ini

"Kesusahan sehari cukuplah sehari, hari esok ada kesusahannya sendiri"

Mulai dari melegalkan organisasi kami, pergi ke birokrasi kampus, hingga follow up setiap perusahaan yang kami datangi untuk melakukan kerja sama, kami lakukan untuk membuktikan bahwa saya dan yang lainnya tidak mau menyerah sampai Tuhan sendiri yang bilang "TIDAK". bahkan rapat hingga jam 12 malam saya lakukan untuk memotivasi dan meyakinkan teman-teman ITS for HNMUN 2015 bahwa kita bisa berangkat jika kita berusaha dan percaya kepada Dia.

Saya masih mengingat sampai sekarang ketika salah satu anggota tim kami bertanya kepada saya: "Bes, gimana nih udah dekat HNMUNnya, kita berangkat gak nih? duit dari mana kita?" secara refleks saya menjawabnya "Tuhan yang sediakan". iya.... saya tidak tau kata-kata darimana tetapi saya belajar dari kata-kata saya sendiri bahwa jangan pernah membatasi Tuhan yang tidak terbatas itu.

Proposal sponsor pun kami sebar dengan sangat maksimal. Mulai dari alumni-alumni, perusahaan di Surabaya, Jakarta, Sumatra, Kalimantan, Sumbawa dan bahkan saya pun sempat pulang ke Makassar hanya untuk menyebar proposal sponsorship tersebut

rapat tiba-tiba yang kami lakukan mendekati hari H keberangkatan yang dilaksanakan hingga tengah malam
Saya sempat jatuh sakit karena kebanyakan pikrian. memikirkan kelanjutan mimpi yang kami perjuangkan setelah beberapa bulan. H-2 bulan menjadi puncak-puncak dari pikiran saya. Saya sempat tidak peduli lagi dengan tim ini dan mau meninggalkan mereka dan seolah-olah menjauh agar kami semua tidak jadi untuk berangkat. saya pun sempat berpikir "SUDAHLAH, ini SEMUA TIDAK MUNGKIN". hampir setiap hari kami harus ketemu dan membahas hal yang sama yang membuat kami ber sepuluh sangat pusing. Bahkan ada satu hari yang kami pun sempat tidak berkata apa-apa karena seolah-olah kita semua menyerah. yah.. kita bertemu tapi tidak ada yang mau berbicara. Tidak ada kata istirahat, bahkan sabtu atau minggu.
Saya pun sempat beberapa kali harus langsung menyebar proposal sponsor ke perusahaan setelah perkuliahan, tidak sempat makan, ataupun bercengkrama dengan teman sekelas dalam perkuliahan, langsng keluar dari kelas dan langsung berangkat menyebar proposal. 
tapi Tim ini bukan teman, mereka sudah seperti keluarga sendiri. ketika saya down, mereka yang menyemangati, padahal kami sebagai officals, mungkin sudah menyerah, tapi mereka yang selalu mengingatkan untuk tidak putus asa.

inilah TIM ITS untuk HNMUN 2015. ketika ada satu yang jatuh, yang lain akan  menolong bahkan menyemangati.

Sampai tiba di satu saat dimana kami mendapatkan bantuan dari Harvard University, titik balik saya untuk tidak jatuh lagi untuk memperjuangkan mimpi ini. yang membuat saya semangat (walaupun kadang down lagi hehehe) untuk bisa memberangkatkan 10 orang ini.

Mungkin Tuhan yang tidak pernah menutup telinganya kepada anak-anakNya yang meminta kepadaNya. semua jerih lelah kami terbayar ketika H-3 hari sebelum keberangkatan kami mengadakan konfrensi pers untuk menjelaskan keberangkatan kami

entah uang dari mana datangnya tapi inilah hasil jerih payah dan hasil doa-doa kami akhirnya kami pun bisa BERANGKAT KE AMERIKA SERIKAT

OFFICIAL Picture of  ITS for HNMUN 2015

ketika kami di Boston
ISLAM, KRISTEN, KATOLIK, SUNDA, TORAJA, JAWA, BATAK, PRIBUMI, TIONGHOA, ARAB, HITAM, PUTIH, COKLAT, TUA, MUDA Tidak ada lagi perbedaan itu. yang saya lihat hanyalah BHINEKA TUNGGAL IKA.


Berbeda-beda agama,

suku, dan ras tapi kami

disatukan oleh satu MIMPI

Tidak pernah saya merasa sedekat ini dengan mereka. padahal proses yang harus kami jalani hanyalah 5 bulan, tetapi kami seperti telah menjalin hubungan selama 5 tahun.

Kami sampai tau kebiasaan-kebiasaan setiap orang, budaya-budaya, bahkan dari tim ini saya pun belajar bahasa arab. 

Capek fisik, mental, tangisan dan canda tawa bahkan hingga baper-baperan adalah warna yang ada di Tim ini. Tidak ada yang bisa menggantikan memori ini dalam kehidupanku. memori yang mengubah cara berpikir dan mengubah saya menjadi lebih dewasa dalam menghadapi dunia yang semakin jauh dari kasih mula-mula. Kami pun dengan berani mengatakan bahwa kami adalah HISTORY MAKER di ITS SURABAYA.

Tidak ada kata ucapan syukur yang mampu mendefinisikan syukur saya kepada Tuhan karena telah dipertemukan dengan orang-orang ini:

di time square New York


di depan MIT



Terima Kasih,
1. Achmad Rizal Mustaqim, partner officials saya mulai dari Jepang hingga sekarang. orang yang banyak memotivasi saya, bahkan yang mengajarkan saya tentang bagaimana cara menjadi Pemandu LKMM yang baik. yang selalu membangkitkan semangat saya ketika saya down, orang yang paling berani yang pernah saya temui, terima kasih telah menjadi partner untuk membawa 8 orang ini ke Amerika Serikat

2. Yakob Christopher Simanjuntak, ST. teman 2011 yang sudah saya tau semenjak 2012 tapi baru dekat akhir-akhir ini. saya belajar tentang "Happiness" dari orang ini. terima kasih telah membawa saya untuk berubah menjadi orang yang lebih ceria dan tidak selalu murung. Semangatnya akan kota New York yang membuat saya juga semangat untuk mempertahankan tim ini dan juga pengalamanya di kulineri Surabaya yang membuat saya lepas dari stress.

3. Azmil Muftaqor Imami, wanita yang paling dewasa di dalam tim ini. wanita yang selalu kalem dan tidak pernah memperlihatkan kepusingan dan kesetressanya. saya belajar bahwa manusia harus tegar dalam menghadapi segala sesuatu, jangan terburu-buru dalam mengambil keputusan dan selalu tenang ketika kita sedang di dalam tekanan.

4. R. Aditya Brahmana, saingan saya dalam memperebutkan mawapres ITS dan partner saya dalam memenangkan SVC di Harvard. saya belajar bahwa untuk jangan menyerah dan selalu berusaha untuk mewujudkan sesuatu dari dia. tanpa usaha semuanya tidak akan ada hasilnya.

5. Marvin Suganda Gunawan, yang mengajarkan saya untuk selalu menomor 1 kan Tuhan dan untuk tidak membatasi kemahakuasaanNya. saya belajar tentang bisnis dan juga tips-trick dalam menghadapi orang yang akan kita temui

6. Ilmi Mayumi Bumi, wanita yang Public Relation nya tidak bisa dipungkiri lagi, saya belajar banyak tentang Public Relation dan kemampuan dalam memfollowup perusahaan. saya juga belajar untuk terus bekerja keras dalam menjalankan setiap tanggung jawab. saya juga belajar tentang passion.

7. Darosa Elfrida Haro, Boru batak yang selalu menjadi sasaran ke-stress-an saya. saya banyak belajar tentang style yang up-to-date dari dia. tidak hanya itu, saya juga belajar tentang pengorbanan dari boru cetar tekling ini

8. Aidhil Mar'ie Luthfie, si Gendut lucu yang mengajarkan saya bagaimana cara baper dan mengatasi ke-baper-an tersebut dengan bijak. yang mengajarkan saya tentang skala prioritas akan sesuatu

9. Ekky Hardiyanto, yang sering membuat saya pusing karena susah untuk di hubungi, dari situ saya belajar untuk mempertahankan seseorang jika oraang tersebut layak untuk dipertahankan serta management diri.